Agats, sahabatrakyat.id – Pemerintah Kabupaten Asmat bersama Polres Asmat bergerak cepat merajut kembali persatuan masyarakat pascainsiden bentrokan antarwarga yang terjadi di Kota Agats pada Minggu (2/8/2026). Sebagai langkah nyata membangun perdamaian, kedua institusi menggelar pertemuan bersama para kepala kampung, tokoh organisasi kepemudaan (OKP), dan perwakilan wilayah yang bersinggungan di Aula Polres Asmat, Senin (3/8/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, dan Kapolres Asmat beserta jajaran. Forum ini menjadi ruang dialog untuk meredam potensi konflik lanjutan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Thomas Eppe Safanpo menegaskan bahwa pemulihan situasi keamanan menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, keamanan merupakan pelayanan dasar yang harus dipastikan hadir bagi seluruh masyarakat.
“Keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat harus dipulihkan karena ini adalah pelayanan dasar yang wajib kita sediakan untuk masyarakat,” tegas Bupati.
Ia memastikan bahwa pelayanan pemerintahan, pelayanan publik, maupun aktivitas kemasyarakatan di Kota Agats telah kembali berjalan normal setelah insiden yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat.
Selain mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog, Bupati juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap setiap tindakan yang melanggar aturan. Pemerintah Kabupaten Asmat bersama aparat kepolisian berkomitmen memproses setiap pelaku kerusuhan, perampokan, maupun penjarahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita pastikan pelaku kerusuhan, pelaku perampokan, dan penjarahan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi tindakan anarkis yang dapat mengancam keamanan masyarakat maupun merusak fasilitas umum.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah kampung untuk terus mengedepankan musyawarah sebagai jalan penyelesaian setiap persoalan.
Menurutnya, budaya dialog dan semangat kekeluargaan merupakan nilai luhur masyarakat Asmat yang harus terus dijaga agar setiap perbedaan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan semua pihak.
“Semoga dengan musyawarah dalam pertemuan perdamaian ini menjadi fondasi awal dalam kehidupan orang Asmat, sehingga kita dapat hidup rukun, damai, dan saling menghormati,” harapnya.
Sementara itu, para kepala kampung yang hadir menyatakan komitmen untuk segera menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada masyarakat di kampung masing-masing. Mereka juga bersepakat mengajak seluruh warga menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan proses penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum.





























































































