Agats, SahabatRakyat.Id — Tokoh rumpun Unir Sirau, Longginus Patnap, membagikan 100 paket sembako kepada masyarakat di Kompleks YKPA, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut disertai penyampaian pandangan mengenai dukungan masyarakat terhadap program pemerintah, Program Strategis Nasional (PSN), serta pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Longginus mengatakan masyarakat pada prinsipnya mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat langsung dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Masyarakat pada prinsipnya mendukung program pemerintah, terutama program yang manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Longginus.
Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki manfaat penting bagi anak-anak Asmat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus mendukung kehadiran dan partisipasi anak dalam kegiatan pendidikan. Menurutnya, pelaksanaan program perlu terus diperbaiki dari sisi distribusi, kualitas makanan, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional juga masih menjalankan dan memperkuat tata kelola MBG pada 2026, termasuk untuk wilayah terpencil.
Terkait PSN, Longginus berharap masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai tujuan dan pelaksanaan setiap program pembangunan. Ia menilai Program Kampung Nelayan Merah Putih relevan dengan kondisi geografis Asmat yang memiliki wilayah pesisir dan perairan.
“Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas agar memahami tujuan dan manfaat program. Untuk Asmat, program yang berkaitan dengan masyarakat pesisir seperti kampung nelayan sangat relevan,” katanya.
Menurut Longginus, pembangunan kampung nelayan perlu diikuti dengan pemberdayaan masyarakat, dukungan sarana perikanan, fasilitas penyimpanan, akses pemasaran hasil tangkapan, serta peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2026 mencantumkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai salah satu program prioritas pemerintah.
Dalam hal kamtibmas, Longginus mengatakan persoalan keamanan di wilayah Agats memiliki karakter yang berbeda dengan daerah pegunungan. Ia menilai persoalan yang lebih banyak muncul di Agats berkaitan dengan kriminalitas umum dan persoalan sosial masyarakat.
Karena itu, ia mendorong pendekatan yang lebih persuasif melalui komunikasi dan kerja sama antara aparat dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, serta masyarakat secara luas.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat. Masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan dan menyelesaikan persoalan secara damai sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” ujarnya.
Longginus menambahkan bahwa persoalan seperti konsumsi minuman keras, perkelahian, konflik rumah tangga, persoalan utang-piutang, dan tindak kriminal lainnya perlu dicegah sejak dini.
Ia berharap kondisi keamanan yang kondusif dapat terus dipertahankan karena stabilitas kamtibmas menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan dan pelaksanaan berbagai program pemerintah di Kabupaten Asmat.




































































































