MALRA, Sahabatrakyat.id – Uskup Keuskupan Amboina, Mgr. Seno Ngutra, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Katolik Santo Antonius de Padua di Stasi Ohoi Semawi, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Meskipun Ohoi (desa) Semawi tergolong kecil, kehadiran para pejabat daerah dan tokoh penting dalam acara ini menjadi bukti kebersamaan yang besar bagi masyarakat setempat.
Acara sakral ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Maluku Tenggara, pimpinan dan anggota DPRD Maluku Tenggara, Kapolres, Dandim, para pastor, serta tamu undangan dan seluruh masyarakat Ohoi Semawi.
Pesan Uskup: Mulai dari Hal Kecil dan Perkuat Doa
Dalam khotbah dan sambutannya, Mgr. Seno Ngutra menekankan bahwa esensi sejati dari pembangunan sebuah gereja bukanlah sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan persatuan hati umat sebagai “batu-batu hidup”.
”Bangunan dari benda mati seperti batu, semen, dan pasir tidak akan ada artinya jika tidak ada persatuan umat, sikap saling memaafkan, saling menghormati, dan saling percaya,” pesan Uskup Seno Ngutra.
Uskup juga mengajak umat untuk tidak ragu memberikan persembahan bagi rumah Tuhan, sekecil apa pun nilainya. Ia mengingatkan bahwa ketulusan jauh lebih bernilai di mata Tuhan.
”Jangan tunggu sampai punya uang satu atau dua juta baru memberi. Jika anak kecil datang membawa seribu rupiah, atau seorang janda membawa lima ribu rupiah, terimalah. Karena itulah bentuk iman mereka. Sumbangkan apa yang kita bisa, meski itu hanya satu sak semen atau satu lembar seng,” tambahnya.
Menutup arahannya, Mgr. Seno Ngutra mengajak umat untuk meneladani Santo Antonius de Padua sebagai pelindung stasi. Beliau meyakinkan warga bahwa mukjizat Tuhan akan selalu nyata bagi mereka yang tekun berdoa.
“Di ujung doa-doa orang kecil seperti Anda, Tuhan akan melakukan mukjizat yang besar untuk kampung ini.”
Sementara itu, Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Kn., yang hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Taher Hanubun, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh umat dan pengurus stasi.
”Apresiasi bagi semua pihak yang telah bekerja keras dengan penuh iman dan ketulusan demi mewujudkan impian memiliki gedung gereja yang representatif. Perjuangan dan pengorbanan saudara-saudari sekalian adalah cerminan dari semangat kebersamaan yang sejati,” ujar Charlos.
Pemerintah Daerah menegaskan bahwa kehadiran gereja yang layak di Ohoi Semawi akan menjadi pusat kehidupan rohani yang memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di Tanah Evav.
”Masyarakat yang kuat secara rohani adalah fondasi utama bagi pembangunan daerah yang berkeadilan dan berbudaya. Oleh karena itu, fasilitas keagamaan yang memadai merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan manusia seutuhnya,” pungkas Wakil Bupati, sembari berharap agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, kokoh, dan tepat waktu melalui semangat gotong royong.



























































































