Agats, SahabatRkyat.Id – Pemerintah Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah khusus bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Lapangan Yos Sudarso Agats, Senin (11/5/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat terganggunya distribusi logistik.
Pasar murah tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Asmat, Yoel Manggaprou, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga pasar murah ini dapat terlaksana. Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Asmat untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sedang dihadapi saat ini,” ujar Yoel.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir masyarakat Kabupaten Asmat menghadapi tantangan yang cukup berat, terutama akibat terganggunya distribusi barang melalui jalur transportasi laut. Kondisi tersebut dipicu oleh rusaknya dermaga pelabuhan yang hingga kini masih dalam proses perbaikan.
Akibat kerusakan infrastruktur pelabuhan tersebut, aktivitas bongkar muat barang menjadi terbatas sehingga distribusi berbagai kebutuhan pokok ke wilayah Asmat mengalami keterlambatan. Situasi ini diperparah dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak langsung pada naiknya biaya transportasi dan distribusi barang.
“Kondisi tersebut menyebabkan proses bongkar muat barang menjadi terbatas dan berdampak pada keterlambatan distribusi kebutuhan pokok ke masyarakat,” kata Wakil Bupati.
Ia menjelaskan, kenaikan biaya distribusi tersebut pada akhirnya mempengaruhi harga berbagai komoditas kebutuhan pokok di tingkat konsumen. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Asmat mengambil langkah cepat melalui penyelenggaraan pasar murah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, khususnya bagi Orang Asli Papua.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Asmat menyediakan sebanyak 1.100 paket sembako yang akan didistribusikan kepada masyarakat Orang Asli Papua di Distrik Agats selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026.
Setiap paket sembako dijual dengan harga subsidi sebesar Rp250.000, jauh lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran yang mencapai sekitar Rp558.000 per paket. Dengan demikian, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp308.000 atau lebih dari 55 persen dari harga pasar untuk setiap paket yang diterima masyarakat.
Paket sembako tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok sehari-hari yang dibutuhkan keluarga, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, mi instan, serta bahan pangan lainnya. Program ini diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya biaya hidup.
Wakil Bupati juga menegaskan bahwa pasar murah merupakan bagian dari program pengendalian inflasi daerah yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Asmat melalui sinergi bersama instansi terkait, pelaku usaha, distributor, serta pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
“Kami berharap bantuan ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan pasokan barang, mengendalikan harga, serta mencari berbagai solusi agar distribusi logistik ke Kabupaten Asmat dapat kembali berjalan normal,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Asmat juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan program pasar murah dengan tertib dan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan sehingga bantuan dapat tepat sasaran kepada masyarakat Orang Asli Papua yang membutuhkan.






























































































