ASMAT, SahabatRakyat. Id – Yunike Wadon, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sorong berbagi cerita saat mengunjungi Asmat, Papua Selatan. Bukan tanpa alasan, Yunike hanya ingin mengobati kerinduannya untuk menyaksikan Festival Asmat Pokman (FAP) 37 dengan versi terbaik.
“Saya secara pribadi mencintai budaya Asmat, karena memang saya terinspirasi dengan berbagai ukiran Asmat di Gereja Katedral saya di kota Sorong. Mungkin karena keseringan melihat ukiran itu dari kecil sehinga ada kerinduan untuk melihat Asmat. Puji Tuhan, kerinduan itu bisa terobati,” cerita Yunike di Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat. Senin (30/09/2024).
Ia mengaku sudah mempelajari Budaya Asmat dan mengikuti berbagai postingan Festival Asmat Pokman selama beberapa tahun terakhir melalui media sosial.
“Saya sudah melihat Festival ini dari tahun ke tahun. Dari semester 1 hingga semester 7. Kebetulan semester ini tidak banyak tugas sehingga dengan kerelaan hati, saya harus ke Asmat,” ungkapnya.
Pertama kali merantau, Yunike menjadikan Asmat menjadi tujuan destinasi. Walaupun sendirian, ia nekat bepergian dengan menggunakan kapal Pelni melewati empat pos pelabuhan.
“Pertama tiba di pelabuhan Asmat, jujur saya menangis. Karena kerinduan dari kecil akhirnya bisa ke Asmat. Saya semacam tersadar ternyata Asmat ini Papua. Rasa bangga, bisa datang lihat kebudayaan dan saudara saudara saya di Asmat, apalagi Budaya Asmat mendunia,” jelas Mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.
Menurutnya seni ukir dan anyaman dalam FAP sangat unik, namun yang membuat ia merasa penasaran adalah atraksi perahu.
“Yang membuat saya penasaran adalah atraksi perahu. Saya kira bentuk perahu dan cara dayung orang Asmat berbeda dengan daerah lain,” jelasnya.
Yunike sengaja datang lebih awal sebelum pagelaran festival Asmat Pokman 37 karena ingin mempelajari dan mengeksplor berbagai hal tentang Asmat.
“Kalau orang bilang, kunjungi Asmat sebelum kau mati, maka pantas saya bersyukur, dan menjadi orang beruntung bisa datang dan lihat kebudayaan dan keunikan Asmat,” ucap Yunike dengan mata berkaca kaca.
Selain ikut dalam FAP 37, ternyata Yunike juga ingin berbagi buku dan berbagai peralatan sekolah untuk anak anak Asmat. Ia juga berkeingin untuk menghabiakan waktu kunjungan ini dengan mengajar anak anak.






























































































