Agats, SahabatRakyat.Id – Thomas Eppe Safanpo didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Asmat menghadiri prosesi rumah adat (Jew) baru di Kampung Yuni, Distrik Sorep, Senin (02/02/2026). Kehadiran orang nomor satu di Asmat itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian nilai-nilai budaya masyarakat setempat.
Prosesi adat berlangsung khidmat dan dihadiri para kepala kampung, tua adat, serta masyarakat Kampung Yuni. Di dalam rumah adat Jew, Bupati Thomas menyampaikan penjelasan terkait situasi kebijakan nasional yang berdampak langsung pada daerah, sekaligus menanggapi sejumlah aspirasi yang disampaikan para kepala kampung dan tua adat Jew Yuni.
Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa pada tahun lalu Dinas Perikanan Kabupaten Asmat telah melakukan pengadaan 150 unit longboat fiber beserta mesin untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir.
“Jumlah kampung di Asmat ada 224. Maka tidak mungkin semua kampung mendapatkan bantuan sekaligus. Kita prioritaskan kampung-kampung tertentu. Bagi yang belum, direncanakan pembagian berikutnya pada bulan Oktober atau November tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, Kampung Yuni dan Kampung Katew turut menyampaikan aspirasi pembangunan infrastruktur dasar. Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan pembangunan empat unit ruang kelas pada tahun ini.
Dua ruang kelas akan dibangun di Kampung Katew disertai fasilitas lapangan, sementara dua ruang kelas lainnya dibangun di Kampung Yuni, ditambah tiga unit perumahan masyarakat.
Bupati Thomas juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang terdampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Ia menyebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asmat tahun 2026 mengalami pemotongan sebesar Rp259 miliar atau hampir Rp260 miliar.
“Pemerintah pusat melakukan efisiensi anggaran secara nasional, dan semua daerah terdampak, termasuk Asmat,” katanya.
Tak hanya itu, Dana Desa (DD) yang bersumber dari Kementerian Keuangan RI juga mengalami pemotongan sekitar 60 persen. Dengan kondisi tersebut, penggunaan Dana Desa tahun ini tidak lagi dapat dialokasikan untuk pembangunan jembatan maupun rumah sebagaimana sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi ini berdampak luas terhadap perputaran ekonomi daerah. Berbagai lini usaha dan aktivitas bisnis mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir, dan diperkirakan semakin terasa pada tahun anggaran 2026.
Aktivitas impor atau pemasukan barang melalui kapal tanker ke Asmat juga disebut mengalami penurunan, yang berimbas pada melambatnya perputaran ekonomi masyarakat.
“Maka kita semua merasakan dampak efisiensi yang sekarang melanda kita,” ujar Bupati Thomas di hadapan para kepala kampung dan tua adat.
Kehadiran Bupati dalam prosesi Jew baru tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap adat dan budaya Asmat, tetapi juga momentum dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan fiskal dan pembangunan ke depan.

































































































