Malra, Sahabatrakyat.id – Di balik julukannya yang garang, “Bad Boy from Kei,” tersimpan semangat juang dan dedikasi tinggi seorang putra daerah bernama Hendrikus Rahayaan. Lahir di desa watran dan dibesarkan di Desa Hollat, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, anak bungsu dari sembilan bersaudara pasangan Rafael Rahayaan dan Rufina Ulukyanan ini menjelma menjadi sosok inspiratif di dunia olahraga bela diri.
Perjalanan karir Hendrikus dimulai di Sasana Rambo Muay Thai 4294 Semarang. Namun, karena kecintaannya yang mendalam pada tanah kelahirannya, Kepulauan Kei, membawanya kembali dan bergabung dengan Sasana 3H Gym di Distrik Perumnas. Langkah ini bukan hanya untuk mengasah kemampuan, tetapi juga untuk membawa harum nama daerah tercinta di berbagai ajang olahraga bela diri.

Keputusan Hendrikus terbukti tepat. Bersama Sasana 3H, ia berhasil menorehkan sejumlah prestasi membanggakan, tidak hanya untuk Kabupaten Maluku Tenggara, tetapi juga untuk Provinsi Maluku. Di antaranya adalah medali emas Wushu pada Pekan Olahraga Provinsi maluku (Popmal), dua medali emas di ajang bergengsi One Pride MMA, satu medali emas Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk Maluku, dan satu medali perunggu PON.
Setelah mengharumkan nama daerah, Hendrikus kini kembali ke Sasana Rambo 4294 Semarang untuk menuntaskan studinya. Petarung dengan bekal kemampuan Muay Thai, Kickboxing, Boxing, Wushu, dan MMA ini langsung menunjukkan kelasnya dengan meraih penghargaan terbaik yaitu medali emas dalam turnamen Muay Thai Open se-Jawa dan Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk kembali bertarung di panggung One Pride MMA.

Di balik kesuksesannya, Hendrikus menyimpan harapan besar agar apa yang telah dirintisnya dapat menjadi contoh dan motivasi bagi generasi muda Maluku, khususnya generasi muda Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, dan Kota Tual.
“Jangan pernah lelah dan menyerah dalam mengejar impian. Semua proses membutuhkan waktu. Ketika kesempatan itu datang, jangan sia-siakan. Jatuh, bangkit lagi, karena kita dilahirkan untuk bangkit dan menjadi yang terbaik,” pesan Hendrikus dengan penuh semangat.
Tak lupa, Hendrikus menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tuhan Yesus atas segala berkat yang diterimanya, kedua orang tua dan keluarga, serta seluruh masyarakat Kei yang telah memberikan dukungan tanpa henti.
Kisah Hendrikus Rahayaan, sang “Bad Boy from Kei,” adalah bukti nyata bahwa dengan tekad kuat dan kecintaan pada daerah, seorang anak daerah mampu mengukir prestasi gemilang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semangatnya yang pantang menyerah diharapkan dapat menular dan melahirkan lebih banyak lagi talenta muda dari Maluku yang berprestasi di kancah nasional maupun internasional.


















































































