Agats, SahabatRakyat. Id – Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pariwisata menyalurkan bantuan hibah barang kepada Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Lembaga Musyawarah Adat Asmat (LMAA), serta kelompok masyarakat pegiat seni. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, di Aula Kantor Bupati Asmat, Selasa (10/03/2026).
Bantuan yang diberikan berupa perabot dan peralatan kantor bagi LMA dan LMAA. Sementara bagi kelompok pegiat seni, pemerintah menyerahkan berbagai peralatan untuk mendukung aktivitas berkesenian, seperti alat mengukir dan alat menganyam. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan fasilitas pasar seni atau galeri sebagai ruang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil karya seni.
Bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kelembagaan adat serta mendukung pelestarian seni budaya masyarakat Asmat.
“Untuk LMAA kami sudah membangun kantor tahun lalu, tetapi belum ada peralatannya. Karena itu tahun ini kami serahkan agar kantor tersebut bisa segera digunakan dan dioperasionalkan,” ujarnya.
Selain penyerahan bantuan, Bupati juga menyoroti pentingnya legalitas bagi kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di bidang seni. Selama ini berbagai kelompok telah dibentuk, namun sebagian belum memiliki akta notaris sebagai dasar hukum organisasi.
“Selama ini kita membentuk kelompok, tetapi belum memiliki akta notaris. Ke depan kelompok-kelompok ini harus memiliki legalitas yang jelas, dan Dinas Pariwisata akan memfasilitasi proses pembuatan akta notaris tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah penyerahan bantuan ini Dinas Pariwisata akan memanggil kelompok-kelompok penerima untuk melakukan sosialisasi terkait pengelolaan bantuan serta penguatan organisasi kelompok seni.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mendorong agar pasar seni dan galeri yang berada di depan pelataran bandara Ewer dapat difungsikan kembali secara optimal. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat penting untuk mendukung pemasaran hasil karya pengukir dan penganyam Asmat.
Selama ini, wisatawan yang datang ke museum sering kali hanya melihat ukiran dan anyaman, namun kesulitan menemukan tempat yang layak untuk membeli karya seni tersebut. Akibatnya, sebagian wisatawan harus membeli langsung di jalan-jalan atau tempat yang tidak terorganisir.
Karena itu, ia meminta agar Dinas Pariwisata bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi dapat kembali mensosialisasikan pemanfaatan pasar seni dan galeri kepada masyarakat.
“Wisatawan, pejabat dari pusat, provinsi maupun tamu yang datang ke Asmat harus bisa membeli karya seni masyarakat di tempat yang baik dan teratur. Karena itu fasilitas ini perlu diperbaiki dan dioptimalkan,” katanya.
Bupati juga berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal, terutama bagi para pengukir yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Asmat.
Menurutnya, para pengukir yang memiliki kemampuan baik perlu mendapat perhatian dan pembinaan secara berkelanjutan agar tradisi mengukir tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kemampuan mengukir dan karya seni ini jangan sampai hilang. Ini adalah warisan turun-temurun yang harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat kita,” pungkasnya.

































































































