Agats, SahabatRakyat.Id – Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan jawaban resmi atas Pandangan Umum Anggota DPRK Asmat dalam Rapat Paripurna III pembahasan APBD 2026 dan Non-APBD, yang digelar di Ruang Paripurna DPRK Asmat, Senin (08/12/2025). Salah satu fokus utama yang disoroti dalam forum tersebut adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asmat.
Bupati menegaskan, MBG bukan sekadar program bantuan makanan, tetapi sebuah inisiatif vital untuk membangun fondasi kesehatan dan kecerdasan generasi masa depan Asmat. Menurutnya, melalui program ini pemerintah sedang berinvestasi jangka panjang untuk melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah strategis untuk membangun masa depan Asmat yang lebih baik. Kita berinvestasi sejak dini pada kesehatan dan kualitas sumber daya manusia,” ujar Thomas Safanpo di hadapan anggota DPRK.
Saat ini, pelaksanaan MBG di Kabupaten Asmat telah berjalan melalui 1 dapur SPPG Aglomerasi dengan sasaran 1.100 siswa sekolah serta tambahan 500 ibu hamil dan menyusui. Selain itu, tengah dibangun 2 dapur SPPG di Agats serta 1 dapur SPPG di Atsj, yang ditargetkan mulai beroperasi pada Februari 2026.
Kabar menggembirakan lainnya, Asmat mendapatkan dukungan besar dari pemerintah pusat. Berdasarkan SK Kepala Badan Gizi Nasional RI Nomor 313.1 Tahun 2025 tertanggal 20 November 2025, Kabupaten Asmat ditetapkan sebagai lokasi pembangunan 99 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 25 distrik. Pembangunan tersebut direncanakan mulai bergulir pada awal tahun 2026, menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang selama ini sulit tersentuh layanan gizi optimal.
Bupati memaparkan sedikitnya empat dampak langsung dari program MBG bagi masyarakat Asmat, yakni:
1. Meningkatkan partisipasi dan kehadiran siswa di sekolah.
2. Menekan angka stunting dan masalah kekurangan gizi.
3. Mendorong pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya petani dan nelayan sebagai pemasok bahan pangan.
4. Menciptakan lapangan kerja baru, melalui pengelolaan dapur SPPG serta rantai distribusi pangan.
Atas keberlangsungan program tersebut, Thomas Safanpo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Asmat, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Program MBG di Asmat terbukti membantu meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, menyerap tenaga kerja lokal, serta menggerakkan ekonomi petani dan nelayan,” pungkasnya



















































































