Langgur, Sahabatrakyat.id – Seorang siswi berprestasi berinisial TMRS yang menempuh pendidikan di bangku kelas 9 SMP Santa Theresia Langgur Kabupaten Maluku Tenggara terancam akan dikeluarkan dari Sekolah setelah mengharumkan nama Sekolah. Rabu 10/09/2025//
Ancaman dikeluarkan dari Sekolah tersebut lantaran orang tua dari siswi yang mempertanyakan masalah pemotongan uang hadiah lomba di media sosial.
Yos Renwarin. Selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mengakui bahwa sekolah dalam hal ini adalah kepala sekolah telah memberikan perintah untuk mengeluarkan siswi tersebut karena menurut kepala sekolah bahwa orang tua dari siswi itu telah mencemarkan nama baik sekolah (curhat/mempertanyakan) di media sosial tentang pemotongan hadia yang dilakukan oleh sekolah kepada anaknyaanaknya, “ungkapnya
Renwarin juga menjelaskan, pemotongan yang dilakukan dari Sekolah adalah untuk menutupi utang kostum, transportasi, sewa tempat latihan dan makan-minum serta dibagi-bagikan kepada para guru-guru pembimbing yang ikut mengantar murid untuk mengikuti lomba.
“Biasanya uang pembinaan ( hadia lomba) itu dikembalikan kesekolah, nanti dari sekolah yang kasih berapa kah berapa ke murid yang berlomba.
Hal itu dilakukan karena menurut Renwarin, sekolah SMP Santa Theresia Langgur tidak memiliki anggaran yg tersusun pada RAB untuk membiayai para murid mengikuti lomba-lomba dadakan yang sering dilakukan oleh pemerintah daerah,”ujarnya
Berikut adalah kutipan status dari orang tua yang dipermasalahkan oleh kepala sekolahsekolah hingga mau mengeluarkan siswi
“KALAU BOLEH TAU PERTANDINGAN MEWAKILI SEKOLAH DAPAT JUARA ITU DAPAT KASIH AMPLOP DARI PANITIA TRUS APAKAH DI BAGI 2 DENGAN SEKOLAH ATAU SEPERTI APA YAH,? BUKAN MENUNTUT NONKESEKOLAMINAL BERAPA DUITNYA TAPI HERAN SEKALI YA, KECEWA KIRA-KIRA ANAK KAMI, MEREKA LARI DALAM LAPANGAN SAJA TENAGA SENG KELUAR,? DENGAN BEGITU ANAK-ANAK SUDAH MALAS IKUT KEGIATAN KARENA SUDAH MEMATAHKAN MEREKA PUNYA SEMANGAT UNTUK MEWAKILI SEKOLAH.
Sementara itu penjelasan dari TMRS bahwa, uang hadia yang diterima oleh mereka sebesar 1.000.000 untuk juara 1 dan juara 2 sebesar 750.000. Dari uang tersebut gurunya menjelaskan akan dipotong untuk membayar transportasi, makan-minum dan menganti uang OSIS yang digunakan untuk membeli baju olahraga sebesar 500.000. Sedangkan mereka yang mengikuti lomba hanya diberikan 400.000 kepada siswi yang juara 1 dan 300.000 untuk juara 2,”tuturnya
Iya juga mengaku merasah terpukul dan kecewa kepada kepala sekolah yang dimana mau mengeluarkannya setelah dirinya setelah dirinya baru saja memberikan penghargaan kepada sekolah,”tuntasnya.
































































































