Agats, SahabatRakyat.Id – Pemerintah Kabupaten Asmat secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Ujian Sekolah Pensil Kertas (USPK) bagi siswa SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Asmat Tahun Pelajaran 2025/2026. Pembukaan ditandai dengan apel bersama yang digelar di Lapangan SMA Negeri 1 Agats, Senin (09/03/2026).
Apel pembukaan dipimpin oleh Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Asmat, Richard Mirino. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa hari pertama ujian sekolah merupakan momentum penting bagi para siswa yang telah menempuh pendidikan selama tiga tahun di tingkat menengah.
“Hari ini merupakan momentum krusial dalam kalender pendidikan kita. Ujian ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi gerbang pembuktian atas kerja keras, ketekunan, dan dedikasi yang telah anak-anak jalani selama kurang lebih tiga tahun di bangku sekolah,” kata Mirino di hadapan para peserta ujian, guru, dan jajaran pendidikan.
Menurutnya, ujian sekolah tidak hanya mengukur capaian akademik, tetapi juga menjadi refleksi dari proses panjang pembentukan karakter dan perkembangan intelektual para siswa.
Pada tahun ini, jumlah peserta ujian sekolah tingkat SMA/SMK di Kabupaten Asmat mencapai 561 siswa yang berasal dari tujuh sekolah. Mirino menyebut angka tersebut sebagai gambaran harapan masa depan daerah.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol harapan dan wajah masa depan Kabupaten Asmat. Di tangan kalianlah estafet pembangunan Tanah Asmat ini akan diteruskan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mirino juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat serta seluruh satuan pendidikan yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan ujian. Ia menyoroti capaian penting dalam pelaksanaan digitalisasi pendidikan di daerah tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat kini telah mencapai 100 persen.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis dan tantangan infrastruktur di daerah kita bukan penghalang untuk berakselerasi dalam pemanfaatan teknologi informasi. Ini menunjukkan bahwa anak-anak Asmat siap bersaing di era digital,” katanya.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi pendidikan harus terus dijaga dan ditingkatkan agar generasi muda Asmat tidak tertinggal dalam perkembangan zaman.
Selain sebagai syarat kelulusan, pelaksanaan USBK dan USPK tahun 2026 juga dinilai memiliki fungsi strategis bagi pemerintah daerah. Hasil ujian akan digunakan sebagai instrumen pemetaan dan evaluasi kualitas pendidikan di Kabupaten Asmat.
“Melalui hasil ujian ini, pemerintah dapat memotret sejauh mana standar pelayanan minimal pendidikan telah tercapai. Dari sana kita bisa menentukan kebijakan yang tepat, baik dalam peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana, maupun pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.
Secara khusus, Mirino juga mengingatkan siswa kelas XII yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi agar mempersiapkan diri dengan baik. Ia menyinggung pentingnya Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang telah diikuti para siswa pada Oktober 2025 lalu sebagai salah satu syarat dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).
“Sertifikat itu akan menjadi salah satu persyaratan utama untuk SPMB tahun ini. Saya berharap seluruh siswa telah mengikuti TKA dengan hasil yang baik. Sertifikat itu adalah tiket kalian untuk melangkah lebih jauh menuntut ilmu,” katanya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para siswa menjalani ujian dengan penuh kejujuran dan integritas. Menurutnya, nilai akademik memang penting, tetapi kejujuran dalam proses ujian jauh lebih bernilai.
“Ujian memang mengukur kemampuan akademis, tetapi ujian yang sesungguhnya adalah ujian integritas. Kerjakan soal dengan jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri,” pesannya.
Ia juga meminta para kepala sekolah, guru, dan pengawas untuk menjaga pelaksanaan ujian dengan profesionalitas serta menciptakan suasana ujian yang tertib dan kondusif.
Apel pembukaan tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian ujian sekolah tingkat SMA/SMK di Kabupaten Asmat, serta menjadi awal persiapan bagi penyelenggaraan ujian pada jenjang pendidikan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Asmat, kata Mirino, berkomitmen memastikan seluruh jenjang pendidikan—baik formal maupun nonformal—mendapat perhatian yang sama.
“Kita ingin seluruh anak Asmat, tanpa terkecuali, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan dan pengakuan atas kompetensi yang mereka miliki,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Mirino secara resmi membuka pelaksanaan ujian sekolah tahun pelajaran 2025/2026.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) dan Ujian Sekolah Pensil Kertas (USPK) jenjang SMA/SMK tahun pelajaran 2025/2026 di Kabupaten Asmat secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Ia pun mengucapkan selamat kepada seluruh peserta ujian dan berharap mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian ujian dengan lancar.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai setiap langkah kalian dan menganugerahkan keberhasilan bagi masa depan kalian serta masa depan Kabupaten Asmat,” tutupnya.

































































































