Agats, SahabatRakyat.Id — Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, menyampaikan sejumlah pesan penting dalam sambutannya pada peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar di Aula Wiyata Mandala, Agats. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan perempuan, meningkatkan literasi, serta memperkuat peran pendidikan dalam membangun generasi masa depan.
Bupati mengawali sambutannya dengan mengingatkan bahwa dua lagu nasional, yakni “Indonesia Raya” dan lagu “Ibu Kartini”, sama-sama diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman. Ia menjelaskan, lagu “Ibu Kartini” pertama kali dinyanyikan pada 22 Desember 1928, bertepatan dengan momentum Kongres Perempuan Indonesia pertama yang kemudian diperingati sebagai Hari Ibu.
“Perempuan Indonesia telah bangkit sejak lama, membuka diri untuk berjuang dalam semangat emansipasi. Karena itu, kita harus memahami sejarah dan tidak boleh kurang literasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menyinggung sosok Soekarno yang menetapkan RA Kartini pada 2 Mei 1964 sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Menurutnya, berbagai momentum sejarah nasional memiliki makna simbolik yang kuat dalam mendorong kemajuan bangsa, terutama melalui pendidikan.
Mengutip pemikiran Raden Ajeng Kartini, Bupati menyampaikan bahwa kemajuan peradaban harus diawali dengan kecerdasan pikiran dan keluhuran budi pekerti. Ia pun menyoroti kondisi pendidikan saat ini, di mana motivasi belajar anak-anak dinilai perlu diluruskan.
“Kalau anak-anak ke sekolah hanya karena makan, maka itu menjadi peringatan bagi kita semua. Sekolah bukan dapur umum. Anak-anak harus dididik untuk mencari ilmu, bukan sekadar mencari makanan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Bahkan, ia mendorong agar anak perempuan dididik lebih keras dan serius, karena peran mereka sangat menentukan masa depan generasi.
“Dalam tradisi Eropa disebutkan, jika kita mendidik satu anak laki-laki, kita mendidik satu orang. Tetapi jika kita mendidik satu anak perempuan, kita sedang mendidik satu generasi,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Bupati berharap semangat Kartini dapat menjadi refleksi bersama seluruh masyarakat Asmat. Ia optimistis, ke depan akan lahir perempuan-perempuan Asmat yang mampu menjadi pemimpin tangguh dan berkontribusi besar bagi daerah dan bangsa.
“Semoga dari Asmat akan lahir perempuan-perempuan hebat yang menjadi pemimpin handal di masa depan,” pungkasnya.
































































































