Agats — Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Asmat menggelar sosialisasi hasil penyusunan Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Asmat di Aula Johanes Maria Vianey, Rabu (20/06/2025). Kegiatan ini dihadiri para seniman Asmat, tokoh adat, akademisi, serta para pemerhati budaya yang selama ini aktif menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya Asmat.
Hadir membuka kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Asmat, Absalom Amiyaram, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa budaya adalah jati diri sekaligus napas kehidupan masyarakat Asmat.
“Budaya kita bukan hanya tentang seni ukir atau ritual adat. Budaya adalah keseluruhan nilai, pengetahuan, praktik sosial, bahasa, dan warisan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun,” tegas Absalom.
Ia menjelaskan, penyusunan PPKD menjadi langkah penting dan strategis dalam upaya pelestarian sekaligus pemajuan kebudayaan Asmat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Lebih lanjut, Absalom menekankan bahwa dokumen PPKD ini bukan sekadar laporan administratif, melainkan cerminan kesungguhan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga warisan budaya Asmat di tengah perubahan zaman.
“Melalui PPKD ini, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai luhur budaya kita tetap hidup, berkembang, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual,” ungkapnya.
Penyusunan dokumen ini melibatkan partisipasi luas, mulai dari kalangan pemerintah, tokoh adat, seniman, budayawan, akademisi, hingga masyarakat umum yang memberikan masukan, data, serta pandangan kritis terhadap situasi budaya Asmat saat ini.
Menjaga Budaya, Membangun Masa Depan
Sosialisasi ini menjadi ruang diskusi terbuka untuk memahami isi dan substansi PPKD secara komprehensif. Sekda Absalom berharap, seluruh komponen masyarakat dapat menjadikan PPKD sebagai pedoman bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta memanfaatkan budaya Asmat secara berkelanjutan.
“PPKD ini akan menjadi dasar penyusunan strategi kebudayaan daerah serta Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan (RIPK) ke depan,” jelasnya.
Di akhir sambutan, Absalom mengajak seluruh masyarakat Asmat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai langkah awal yang kuat dalam mengangkat kembali marwah dan martabat budaya Asmat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Budaya bukan sekadar warisan, tapi sumber kekuatan untuk membangun masa depan yang berakar pada jati diri kita sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Daerah Asmat menunjukkan komitmennya untuk menjadikan budaya sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang bermartabat, berdaya saing, dan tetap setia pada akar tradisi leluhur.


















































































