Agats – Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, secara resmi membuka pencanangan kegiatan perlombaan pendidikan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di Aula Wiyata Mandala.
Kegiatan tersebut meliputi sejumlah ajang bergengsi di dunia pendidikan, seperti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta perlombaan pada hari pendidikan Nasional.
Dalam sambutannya, Bupati Safanpo menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat atas respons cepat dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Saya sungguh mengapresiasi Ibu Kepala Dinas, Sekretaris, dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan yang cukup tanggap terhdap saran dan melaksanakan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan berbagai perlombaan ini bukan sebagai ajang kompetisi, melainkan juga menjadi sarana evaluasi terbuka terhadap kualitas di setiap satuan pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi alat ukur bagi publik untuk melihat seperti apa kondisi sekolah-sekolah kita. Ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” tegasnya.
Bupati Safanpo menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan lomba. Ia meminta agar seluruh mata lomba dapat diakses oleh publik sehingga proses penilaian dapat disaksikan secara terbuka.
“Saya minta semua kegiatan lomba bisa diakses oleh publik. Biarkan masyarakat menilai, sehingga para pegiat dan pencinta pendidikan bisa melihat secara langsung seperti apa keadaan sekolah kita,” katanya.
Selain itu, Bupati menyoroti peran penting dewan juri dalam menjaga integritas perlombaan. Ia mengingatkan agar juri bersikap netral dan benar-benar menguasai materi yang dinilai.
“Tim juri harus netral dan memahami materi. Jangan hanya berpedoman pada kunci jawaban, karena belum tentu semua jawaban di luar itu salah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap ajang ini dapat menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Asmat untuk terus melakukan pembenahan.
“Saya harap kegiatan ini menjadi koreksi terhadap hal-hal yang belum berjalan baik, sehingga ke depan kita bisa terus melakukan perbaikan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pola pikir positif, baik bagi siswa maupun guru pendamping.
“Lomba ini untuk kita semua. Mental guru dan siswa harus siap. Junjung sportivitas dan fair play. Terima hasil dengan baik. Jangan ajarkan anak-anak berpikir negatif atau meracuni mereka dengan hal-hal yang tidak baik,” pesannya.
Menurutnya, selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, khususnya dalam melatih pola pikir positif bagi peserta didik.
Di akhir sambutannya, Bupati Safanpo mengimbau para kepala sekolah untuk mengarahkan para pelatih dan pembina agar memperhatikan nilai-nilai tersebut dalam proses pembinaan siswa.
“Ini stressing poin dari saya” tegasnya.































































































