SahabatRakyat.Id — Anggota DPRK Asmat, Donatus Pombai, menyerap aspirasi puluhan tukang ojek yang beroperasi di dalam kota Agats. Pertemuan berlangsung hangat di salah satu warung di Jalan Postel Agats, Kamis malam (23/10/2025).
Dalam dialog tersebut, Donatus menyoroti persoalan mendasar terkait ojek-ojek yang belum terdata dan tidak berpangkalan resmi di bawah komunitas ojek yang terdaftar di Kesbangpol Kabupaten Asmat.
“Saya melihat ada banyak ojek yang tidak berpangkalan dan tidak masuk dalam komunitas resmi. Karena itu, saya memanggil para tukang ojek untuk mendata berapa jumlah ojek yang ada dan berapa jumlah pangkalan di kota Agats. Kita harus tahu setiap pangkalan mengelola berapa motor,” ujar Donatus.
Langkah awal ini, kata Donatus, penting agar pemerintah daerah dan lembaga terkait memiliki data akurat dalam melakukan pembinaan dan perlindungan terhadap para pengemudi ojek.
Dalam kesempatan itu, para tukang ojek juga menyampaikan keluhan soal besarnya setoran harian kepada pemilik motor. Mereka menilai jumlah setoran Rp100.000 per hari terlalu tinggi dibandingkan pendapatan harian yang tidak menentu.
“Para tukang ojek merasa setoran Rp100.000 itu berat. Kalau mereka setor kurang dari itu katakanlah Rp80 ribu atau Rp70 ribu mereka langsung diberhentikan tanpa penjelasan,” ungkap Donatus menirukan keluhan para pengemudi.
Menurutnya, situasi ini menunjukkan kurangnya rasa kemanusiaan dan toleransi dari sebagian pemilik motor terhadap para tukang ojek yang bekerja keras demi menghidupi keluarga.
“Setoran memang penting untuk keberlangsungan usaha ojek, tapi jika tidak dikelola dengan bijak, justru merugikan para tukang ojek,” tambahnya.
Donatus juga menjelaskan bahwa pendapatan tukang ojek sangat bergantung pada aktivitas pemerintahan dan acara-acara besar di kota Agats.
“Kalau tidak ada kegiatan pemerintah, keagamaan, atau budaya, kota ini sepi. Banyak warga lebih memilih berjalan kaki. Ini juga perlu jadi pertimbangan para pemilik motor,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian, Donatus berkomitmen akan membantu membenahi sistem dan komunitas ojek di Agats, terutama bagi pangkalan atau usaha ojek yang belum terdaftar secara resmi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemilik motor yang telah memberi kesempatan kerja bagi pemuda asli Asmat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para pemilik motor yang mempercayakan motornya kepada adik-adik saya orang Asmat. Itu salah satu bentuk lapangan kerja yang nyata,” katanya.
Menutup pertemuan, Donatus menegaskan bahwa aspirasi para tukang ojek tidak akan berhenti di meja diskusi.
“Kakak janji akan kawal dan sampaikan aspirasi ini kepada pimpinan agar menjadi perhatian bersama. Suara-suara ini harus didengar, baik oleh mereka yang hidup di tanah lumpur, di rawa-rawa, maupun di dataran berbatu di Asmat,” tegasnya.


















































































