Langgur, sahabatrakyat.id – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maluku Tenggara M. Zein Matdoan merasa lucu dengan kebijakan pemerintah soal Bantuan Sosial (Bansos) yang seakan tidak pernah habis. Menurut dia, lewat Bansos itu, Pemerintah Pusat telah berhasil memiskinkan orang Kei.
“Di daerah ini, di desa-desa, menurut pandangan saya, semua orang di sini miskin. Tapi yang memiskinkan bukan orang-orang di sini, tapi pemerintah pusat, dengan kebijakan Bansos,” kata Matdoan dalam acara Musrenbang RPJPD di Kantor Bupati Malra, Rabu (10/7/2024).
Hal itu, karena menurut dia, program bantuan sosial yang selama ini berjalan malah menciptakan keengganan bagi masyarakat untuk bekerja lebih. Sehingga produktivitasnya juga ikut turun.
“Orang di desa-desa sudah malas bekerja, Ibu. Karena sudah dibantu sepenuhnya oleh pemerintah pusat,” tambah Matdoan, kepada Direktur Regional III Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas RI, Ika Retna Wulandary, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Sebab itu, ia meminta Pemerintah Pusat melalui Direktur Bappenas RI untuk memikirkan cara atau pola lain dalam membantu masyarakat miskin di daerah.
“Bantuan tetap jalan. Tapi (jenis bantuan) yang bagaimana supaya masyarakat mau bekerja untuk mengubah tantangan hidup dan meningkatkan kehidupan mereka, dari suasana yang sekarang kita dianggap sebagai salah satu daerah miskin di Provinsi Maluku,” jelas Matdoan.
Menanggapi itu, Direktur Regional III Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas RI, Ika Retna Wulandary, mengatakan pihaknya menelaah kembali kebijakan bantuan sosial.
“Kita akan lihat, kita akan desain, seperti apa Bansos yang sebetulnya men-triger (memicu semangat kerja) masyarakat untuk bekerja. Ini menjadi masukkan kepada pemerintah pusat,” kata Wulandary.
“Kami menyampaikan terima kasih atas masukkannya dan ini menjadi catatan bagi kami,” tambah dia.
Editor: Labes Remetwa


















































































