Tual, sahabatrakyat.id – Upaya Pemerintah Kota Tual untuk mewujudkan pemerataan energi bagi masyarakat di wilayah kepulauan mendapat respons cepat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Hal ini didasari proposal penyediaan tenaga listrik berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Diesel-Surya yang diajukan Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, pada 10 November 2025.
Kota Tual yang terdiri dari 66 pulau menghadapi ketimpangan akses energi, terutama di Kecamatan Pulau-Pulau Tayando Tam dan Kecamatan Pulau-Pulau Kur.
Keterbatasan listrik menghambat peningkatan nilai tambah hasil tangkapan ikan nelayan tradisional. Proposal Pemerintah Kota Tual menyebutkan bahwa ketiadaan pasokan listrik stabil membuat nelayan tidak bisa mengoperasikan cold storage, sehingga ikan cepat membusuk dan dijual dengan harga rendah.
Desa-desa prioritas yang diusulkan mendapat pasokan listrik memadai adalah Yamtel, Duroa, Ohoiel, Langgiar, Yamru, Mangur Niela, Tivlean, Fadol, dan Pulau Ut. Sebagai solusi, Pemerintah Kota Tual mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid Diesel-Surya yang menyediakan listrik 12-24 jam sehari untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyimpanan hasil perikanan.



















































































