JAKARTA, Sahabatrakyat.id – Pemerintah Kota Tual bergerak cepat merespons keluhan masyarakat di wilayah Pulau-Pulau Kur dan Kur Selatan terkait terhentinya operasional kapal perintis di wilayah tersebut. Langkah ini diambil menyusul mogoknya armada KM Sabuk Nusantara 106 dan KM Sabuk Nusantara 39 untuk bersandar di Pelabuhan Kur akibat insiden antara oknum warga dan kru kapal beberapa waktu lalu.
Menyikapi urgensi tersebut, Wakil Wali Kota Tual, Amir Rumra, yang mewakili Pj. Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, menyambangi kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Persoalan transportasi laut ini menjadi kian krusial mengingat saat ini wilayah Maluku tengah menghadapi cuaca ekstrem. Terhentinya akses kapal laut berdampak langsung pada Lonjakan harga kebutuhan pokok yang membebani ekonomi warga.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Wali Kota didampingi oleh Staf Ahli Wali Kota Subhan Labetubun, Tenaga Ahli Hukum Pemkot Gasandi Renfan, serta Kepala UPP Kelas II Tual Hamdi Abduh. Rombongan diterima langsung oleh Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah mengevaluasi status Pelabuhan Kur sebagai pelabuhan singgah tetap. Pemerintah Kota Tual mendesak adanya solusi strategis agar konektivitas di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Kur, kembali normal.
“Upaya ini adalah komitmen kami untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat. Kami ingin memastikan konektivitas antarwilayah kembali lancar, distribusi barang jasa tidak terhambat, dan yang terpenting, menekan lonjakan harga kebutuhan pokok di sana,” ujar Amir Rumra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/1).
Selain mengupayakan sisi teknis dan birokrasi, Amir Rumra juga memberikan catatan penting bagi warga setempat. Ia menekankan bahwa keberlangsungan transportasi laut sangat bergantung pada kondusivitas di lapangan.
“Kami berharap adanya kesadaran kolektif dari masyarakat di Pulau Kur untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum saat kapal bersandar. Jaminan keamanan bagi kru kapal adalah kunci agar layanan transportasi ini tetap berjalan berkelanjutan demi kesejahteraan kita bersama,” pungkasnya.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan armada Sabuk Nusantara dapat segera kembali melayani rute Pulau Kur dalam waktu dekat, sehingga roda ekonomi masyarakat kembali berputar normal.

































































































