Tual, Sahabatrakyat.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tual meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan penyebaran berita hoax.
Pasalnya, Inflasi Kota Tual terkini 0,26 persen artinya masih bahkan sangat terkendali, kemudian Angka Kemiskinan Extrem Turun saat ini sesuai data TNP2K dari 2023 itu 3,36 persen ,di tahun 2024 turun menjadi 0,66 persen,
” Jadi Intinya sebagaimana arahan Bpk.Walikota agar masyarakat jangan terpancing dengan hal hal yang tidak penting, mari rapatkan barisan bersama pemerintah membangun Kota Tual sesuai dengan harapan kita semua, ” ungkap Kabag Protokol Kota Tual, Mochsin Ohoyuf melalui siaran Pers yang di terima Media ini, Minggu (4/5/2025).
Hal ini ditegaskan bahwa, terkait dengan beredarnya video penyaweran yang oleh pemberitaan diduga Walikota Tual, maka perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa akun tiktok yang pertama kali memposting video tersebut sudah menghapus dan kalaupun dugaan itu betul, masalahnya dimana? karena hal seperti biasa biasa saja dan kenapa baru diposting atau disebar ke publik melalui medsos oleh pihak pihak tertentu yang sengaja ingin menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat dengan tujuan untuk menghambat proses pembangunan.
Olehnya itu, apalagi dalam postingan beberapa pihak malah sengaja ditambah dengan informasi yg tidak benar yang tidak didukung dengan data dengan mengatakan bahwa inflasi Kota Tual tinggi,angka kemiskinan extrem tinggi,prevelensi stunting tinggi maka perlu kami tegaskan bahwa jangan menciptakan informasi Hoax yang sengaja memprofokasi masyarakat karena ini bisa dituntut dengan Pasal Ujaran Kebencian.
” Perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Inflasi Kota Tual terkini 0,26 persen artinya masih bahkan sangat terkendali, kemudian Angka Kemiskinan Extrem Turun saat ini sesuai data TNP2K dari 2023 itu 3,36 persen ,di tahun 2024 turun menjadi 0,66 persen, “terangnya.
Sedangkan untuk Stunting sudah ditekan di awal kepemimpinan Wali Kota Tual H.A.Yani Renuat dan Wakil Walikota Tu H.Amir Rumra, dimana sesuai data dari e PPGBM Kemenkes RI , Pada bulan Februari Jumlah Penderita di angka 293,pada bulan Maret turun di kisaran 282 dan angka ini terus mengalami tren penurunan di bulan April.



















































































