Sahabayrakyat.id – Surabaya Grammar School (SGC) memulai langkah awal kerjasama pendidikan Kabupaten Asmat dengan melakukan visitasi ke dua Taman Kanak-Kanak percontohan, yakni TK Negeri Syuru dan TK De Ces Cus Bemap yang berlokasi di Agats, ibu kota kabupaten Asmat.
Visitasi tersebut berlangsung dengan kehadiran tim dari SGC yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan satu tenaga pendidik. Mereka didampingi langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF), Bonaventura Silu, serta Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Amos Rully.
Dalam keterangannya, Bonaventura Silu menjelaskan bahwa kedua TK percontohan tersebut akan mengadopsi standar pembelajaran yang dikembangkan oleh SGC, termasuk tambahan pelajaran pengenalan bahasa asing, yaitu Bahasa Inggris dan Mandarin, serta pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
“Mulai tahun ini pelaksanaan program dimulai, dengan target agar siswa bisa calistung (membaca, menulis, berhitung) sesuai visi dan misi Bupati Asmat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kedua sekolah tersebut wajib memiliki tenaga kesehatan sebagai bagian dari upaya memastikan kebersihan dan kesehatan lingkungan belajar. Hal ini diharapkan agar para guru dapat tetap fokus dalam kegiatan mengajar.
Selain itu, tenaga pendidik yang akan ditempatkan di TK Negeri Syuru dan TK De Ces Cus Bemap adalah pengajar yang telah memenuhi kualifikasi profesional, guna menjamin kualitas pendidikan yang diberikan.
Sekilas Tentang Surabaya Grammar School (SGC)
Surabaya Grammar School adalah institusi pendidikan swasta yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Dikenal dengan kurikulum nasional yang diperkaya dengan standar internasional, SGC mengusung pendekatan bilingual (Bahasa Indonesia–Inggris), dan secara bertahap memperkenalkan Bahasa Mandarin sebagai bahasa ketiga.
SGC juga menjadi pelopor dalam integrasi pendidikan berbasis karakter, teknologi, dan lingkungan global ke dalam proses belajar-mengajar, bahkan sejak usia prasekolah. Para siswa dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengenal teknologi sejak dini.
Dengan tujuan “Membentuk Generasi Pembelajar Global yang Peduli”, SGC menjalin kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, termasuk di wilayah Kabupaten Asmat.
Kunjungan ke Asmat merupakan tindak lanjut dari kunjungan resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kabid PAUD Kabupaten Asmat ke Surabaya beberapa waktu lalu. Diharapkan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang tangguh dan inklusif di Papua Selatan.


















































































