Kaimana, Sahabatrakyat.id – Sukses menduduki peringkat pertama sebagai daerah paling inovatif se-Papua Barat pada 2022 dan terinspirasi se-Tanah Papua pada 2023, Pemerintah Kabupaten Kaimana terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi. Senin (21/10) kemarin, Pemkab Kaimana resmi menggelar lomba inovasi daerah tingkat kabupaten dengan tema “Inovasi Daerah Mendorong Standar Kualitas Pelayanan Publik”.
Acara yang dilangsungkan di Rumah Makan Belia ini dibuka langsung oleh Asisten I Setda Kaimana, Yacob Ahimsa Irre Warere, dan diikuti oleh 12 dari 20 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya mendaftar untuk berpartisipasi.
Lomba Hadirkan Juri Nasional dan Lokal
Sebagai juri dalam acara ini, hadir tim penilai inovasi nasional dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri RI, yaitu Darmillah dan Raden Kus Yoga Bimasakti. Selain itu, juri lokal dari Pemda Kaimana turut berperan aktif dalam penilaian, yakni Kepala Inspektorat Freddy S. Zaluchu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Onna Lawalata, serta Kepala Bappeda Litbang Abdul Rahim Furuada.
Kepala Bidang Litbang dan Inovasi Bappeda Litbang Kaimana, Wandy Joudy Iroth, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan inovasi daerah yang ditetapkan secara nasional.
“Hari ini masing-masing OPD mempresentasikan berbagai inovasi layanan yang telah mereka siapkan. Jumlah peserta yang berpartisipasi sebanyak 12 OPD dari total 20 yang mendaftar sebelumnya. Sebagian OPD belum siap untuk memaparkan inovasi mereka, namun tahun depan kami berupaya mendorong lebih banyak inovasi agar pelayanan publik bisa berjalan lebih efisien,” ujar Wandy.
Dukungan dari Kementerian Dalam Negeri untuk Mematangkan Inovasi
Dalam lomba ini, lima tim juri dari Kementerian Dalam Negeri dan juri lokal berkolaborasi mengevaluasi berbagai inovasi dari masing-masing OPD. Menurut Wandy, keterlibatan para juri nasional ini diharapkan bisa memberikan masukan dan pendampingan yang berharga agar inovasi yang dikembangkan semakin matang.
“Kami mengundang tim dari Kementerian Dalam Negeri untuk melihat langsung dan memberikan penilaian pada inovasi ini. Tujuannya agar kami bisa mematangkan setiap program yang diciptakan dan memastikan tidak ada hambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di enam sektor pelayanan dasar, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan, dan Linmas,” ujarnya.
Inovasi Jadi Kunci Pelayanan Cepat dan Efisien
Wandy menegaskan bahwa inovasi menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan efisien. Inovasi ini dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi maupun metode non-teknologi, dengan harapan dapat mengurangi birokrasi yang berbelit-belit.
“Kami berharap dengan adanya berbagai inovasi ini, pelayanan birokrasi bisa berjalan dengan lebih baik dan mendukung kepuasan masyarakat dalam mengakses layanan publik,” pungkasnya.
Lomba ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong setiap OPD melakukan evaluasi dan pengembangan layanan yang lebih responsif. Dengan semangat inovasi, Pemkab Kaimana optimis bisa terus bergerak maju demi kesejahteraan masyarakat.



















































































