SahabatRakyat. Id — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat menggelar Workshop Pendidikan bertajuk “Hak dan Kewajiban Anak Kabupaten Asmat Menuju Generasi Emas 2045”, yang diadakan di Aula Wiyata Mandala, Agats, pada Rabu (23/7).
Workshop ini diikuti oleh seluruh satuan pendidikan PAUD dan TK se-Kabupaten Asmat, dengan menghadirkan Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan tersebut, Bupati didampingi oleh Ketua DPRD Asmat, Ferdinandus Puk, serta anggota DPRK, Gervasius Maturan serta Hairulla Bausat.
Dalam pemaparannya, Bupati Thomas menekankan bahwa pendidikan usia dini harus menjadi landasan yang kokoh dalam membentuk karakter, intelektualitas, dan masa depan anak-anak Asmat. Ia menyampaikan materi bertema “Peningkatan Pembelajaran dan Profesionalisme Guru bagi Satuan PAUD/TK”, yang berfokus pada peningkatan kualitas pengajaran serta akuntabilitas pendidik.
“Saya tidak datang untuk menyenangkan orang. Saya dipilih rakyat untuk merombak sistem ini. Saya ingin kita semua berbenah,” tegas Thomas.
Lebih lanjut, ia menegaskan sejumlah kebijakan strategisnya di bidang pendidikan, salah satunya mewajibkan seluruh guru PAUD/TK di Asmat untuk mengikuti dua jenis uji kompetensi, yakni Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional, sebagai tolok ukur peningkatan kualitas pengajaran.
Pengalaman Pribadi dan Kekecewaan
Dalam nada lugas namun penuh keprihatinan, Bupati mengungkapkan pengalaman pribadi yang menggugah, saat salah satu keponakannya mengikuti pendidikan TK di Agats, namun tidak mendapatkan pengajaran yang substansial.
“Materi hanya seputar menyanyi dan menari. Tidak ada pembelajaran yang sesungguhnya. Saya kecewa dan 16 tahun lalu saya kehilangan kepercayaan terhadap sistem ini. Sampai hari ini, kepercayaan itu belum kembali,” ungkapnya di hadapan para pendidik.
Kekecewaan itu menjadi pemicu semangat perubahan, dan alasan kuat mengapa Bupati ingin meletakkan fondasi pendidikan usia dini yang kuat dan berkualitas di Asmat.
Mimpi Besar untuk Anak-anak Asmat
Lebih dari sekadar evaluasi, Bupati Thomas menyampaikan mimpi besarnya untuk anak-anak Asmat: membentuk generasi yang jauh lebih hebat, unggul, dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.
“Saya ingin anak-anak Asmat lebih hebat dari kami. Lebih hebat dari Yuvensius Biakai, dari Apolo Safanpo, Amandus Anakat, Yulianus Aituru. Mereka harus jadi generasi habat,” pungkasnya.
Komitmen Bersama
Workshop ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan tekad seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Asmat, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, hingga tenaga pendidik. Semangat yang terbangun adalah komitmen kolektif membangun generasi cerdas dan berkarakter sejak usia dini.
Melalui acara ini, Hari Anak Nasional di Asmat tak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi menjadi tonggak transformasi nyata pendidikan anak usia dini di tanah lumpur Asmat.


















































































