Agats, SahabatRakyat.Id — Pengurus Barisan Merah Putih (BMP) Asmat menyampaikan dukungan moral kepada para pelajar korban kebakaran rumah yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Asmat.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Maria Magdalena Janet Biakai, bersama Bruno Jitakap, saat mengunjungi para korban yang terdampak musibah tersebut. Kamis, (12/02/2026).
Dalam pernyataannya, Janet Biakai memperkenalkan Barisan Merah Putih sebagai organisasi masyarakat yang hadir untuk memperhatikan warga yang mengalami bencana maupun situasi konflik sosial.
“Kami dari organisasi masyarakat Barisan Merah Putih, organisasi yang mau melihat saudara-saudara yang mengalami bencana atau dalam situasi konflik,” ujar Janet.
Janet menuturkan, kebakaran tersebut menjadi perhatian serius karena rumah yang terbakar diketahui dihuni oleh sekitar 19 orang pelajar, sebagian besar berasal dari distrik-distrik terjauh di wilayah Asmat yang datang ke Agats untuk menempuh pendidikan.
Musibah itu tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga menyebabkan banyak barang penting ikut terbakar, termasuk ijazah dan dokumen berharga milik para pelajar.
“Yang menjadi keprihatinan kami, adik-adik ini datang dari distrik paling jauh untuk sekolah. Bencana ini juga membuat ijazah dan barang-barang berharga mereka ikut terbakar,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Barisan Merah Putih menyampaikan pesan penguatan kepada para pelajar agar tidak larut dalam kesedihan dan tetap melanjutkan pendidikan.
Janet menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan cobaan yang harus dihadapi dengan semangat dan tekad untuk bangkit.
“Adik-adik harus tetap sekolah. Jangan putus asa. Sebagai anak Asmat kita harus saling mengasihi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah dalam menyediakan berbagai fasilitas pendidikan bagi generasi muda Asmat.
“Pemerintah kita sudah baik, menyediakan berbagai hal untuk pendidikan kita. Maka kalian harus tetap sekolah dan sukses,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Janet juga menyampaikan terima kasih kepada anggota dewan, Mujuna Badilah yang telah menampung para pelajar korban kebakaran.
“Terima kasih Ibu Dewan, Ibu Muju sudah menampung anak-anak ini. Maka adik adik ku, Kalian harus menghargai itu dengan menjadi sukses,” katanya.
Ia berpesan agar para pelajar mampu belajar dari teguran dan arahan orang tua serta para pemimpin yang peduli terhadap masa depan mereka.
Janet menegaskan bahwa bantuan yang dibawa Barisan Merah Putih bukan dilihat dari besar kecilnya nilai materi, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.
“Jangan lihat nilai yang kami bawa, ini hanya bentuk peduli dan dukungan moral kepada anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Bruno Jitakap turut memberikan semangat kepada para pelajar agar tidak berhenti sekolah akibat musibah tersebut.
“Adik-adik, jangan sampai dengan peristiwa ini kemudian tidak sekolah. Ini pengalaman. Peristiwa sudah selesai, saatnya bangkit lagi,” tegas Bruno.
Ia menambahkan bahwa meskipun rumah telah terbakar, hal terpenting adalah keselamatan jiwa.
“Rumah sudah terbakar, yang penting manusia selamat. Kita akan selalu menolong,” pungkasnya.
































































































