Asmat,SahabatRakyat.Id – Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, secara resmi melepas peserta jalan santai sebagai bagian dari pencanangan peringatan Hari Kartini ke-147. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Yos Sudarso Agats, Sabtu (11/4/2026).
Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April merupakan momentum nasional untuk mengenang jasa pahlawan perempuan asal Jepara, Raden Ajeng Kartini, dalam memperjuangkan kesetaraan hak perempuan di Indonesia.
Tahun ini, peringatan Hari Kartini ke-147 mengusung tema *“Mari Bersama Melanjutkan Semangat Kartini: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045.”*
Kegiatan pencanangan yang dirangkai dengan jalan santai tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari TP-PKK, Forkopimda, organisasi perempuan, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asmat.
Dalam sambutannya, Bupati Thomas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata untuk menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan Kartini.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi upaya kita merawat api semangat R.A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pemberdayaan perempuan. Beliau bukan hanya simbol emansipasi, tetapi teladan keberanian untuk bermimpi dan berjuang,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat Kartini yang tertuang dalam semboyan *“Habis Gelap, Terbitlah Terang”* masih sangat relevan hingga saat ini. Menurutnya, “terang” yang dimaksud adalah terbukanya kesempatan yang sama bagi perempuan untuk mengenyam pendidikan, bekerja, memimpin, dan berkarya.
Bupati juga menekankan bahwa pendidikan dan kemandirian merupakan kunci utama keberhasilan perempuan. Ia mengaku bangga melihat banyak perempuan di Kabupaten Asmat yang telah menunjukkan peran aktif dalam pembangunan.
“Saya melihat banyak Kartini masa kini di Asmat, yang tidak hanya tangguh dalam rumah tangga, tetapi juga berprestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan dengan memberikan kesempatan yang setara di berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, maupun pendidikan.
“Perempuan hebat akan melahirkan generasi bangsa yang kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Sitti Maria A.F. Lefteuw, menyampaikan bahwa perempuan harus mampu keluar dari keterbelakangan melalui akses pendidikan yang lebih baik dan kemandirian ekonomi.
Ia menegaskan, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong perempuan agar lebih berdaya, termasuk dalam akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Saya mengajak seluruh perempuan di Kabupaten Asmat untuk menjadi Kartini modern yang cerdas, tangguh, berani, dan mampu berkarya, tanpa melupakan jati diri,” tutupnya.
































































































