TUAL, Sahabatrakyat.id – Wakil Walikota Tual, Amir Rumra, mewakili Walikota Tual Akhmad Yani Renuat, secara resmi membuka Sidang Jemaat GPM Sinai Taar ke-47 yang berlangsung di Gereja Sinai Taar, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual, Minggu (15/2/2026).
Kedatangan Wakil Walikota beserta rombongan disambut hangat dengan ritual adat serta pengalungan selendang sebagai bentuk penghormatan. Prosesi ini turut diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tual di halaman gereja sebelum memasuki ruang sidang.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kota Tual, perwakilan TNI-Polri, Sekretaris Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, Pendeta Ny. Leni Sedubun, S.Th., serta unsur Majelis Jemaat, Penatua, Diaken, Kepala Ohoi Taar, hingga tokoh agama dan adat setempat.
Mengawali sambutannya, Amir Rumra menyampaikan permohonan maaf dari Walikota Akhmad Yani Renuat yang berhalangan hadir secara langsung.
“Beliau (Walikota) menitipkan salam dan permohonan maaf karena saat ini masih dalam masa pemulihan kesehatan. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas doa seluruh warga Kota Tual bagi kesembuhan beliau,” ungkap Amir.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Walikota Tual memberikan apresiasi tinggi kepada Jemaat GPM Sinai Taar atas konsistensinya menjalankan roda organisasi gereja yang tertib, transparan, dan bertanggung jawab.
Walikota menekankan bahwa sidang jemaat ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum strategis untuk mengevaluasi pelayanan serta memperkuat komitmen iman. Di tengah dinamika pembangunan Kota Tual sebagai daerah kepulauan, peran gereja dinilai sangat krusial.
Penguatan Ekonomi: Fokus pada pemberdayaan nelayan dan pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal.
Peningkatan Layanan Dasar: Komitmen pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur, akses pendidikan, serta layanan kesehatan.
Stabilitas Sosial: Gereja diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menjadi penyejuk di tengah isu sosial.
Walikota meyakini bahwa GPM Jemaat Taar memiliki kontribusi nyata dalam membina umat dan mendukung program pembangunan daerah. Sinergi antara pemerintah dan gereja dipandang sebagai fondasi utama menuju Tual yang maju, aman, dan sejahtera.
“Melalui persidangan ke-47 ini, saya berharap lahir keputusan-keputusan yang bijaksana, program pelayanan yang kontekstual, serta langkah nyata yang mampu menjawab kebutuhan jemaat maupun masyarakat luas,” tutupnya dalam sambutan tersebut.
































































































