Agats, SahabatRakyat.id – Tokoh Adat Jew Kampung Mbait sekaligus Tertua Rumpun Bismam, Markus Cumkan, mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, serta mendukung program pembangunan pemerintah dalam kegiatan penyaluran 100 paket sembako yang berlangsung di Jew Kampung Mbait, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, pada minggu.
Dalam sambutannya, Markus Cumkan menegaskan bahwa sebagai Tua Adat Jew Kampung Mbait, dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat adat tetap memperoleh perhatian dan kepedulian. Ia menilai keberadaan tokoh adat tidak hanya berfungsi menjaga warisan budaya, tetapi juga menjadi perekat persatuan di tengah kehidupan masyarakat.
Markus mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warga negara yang bertanggung jawab serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, dinamika sosial yang berkembang di masyarakat kerap memunculkan gesekan maupun gangguan keamanan dan ketertiban, namun seluruh persoalan tersebut harus disikapi secara bijaksana dengan tetap mengedepankan ketenangan dan kebersamaan.
Ia juga mengingatkan bahwa sejarah masyarakat Asmat memang tidak terlepas dari tradisi peperangan antarsuku pada masa lampau. Namun, seiring perkembangan zaman, penyelesaian konflik melalui kekerasan tidak lagi relevan. Markus menegaskan bahwa setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme adat, musyawarah, dialog, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan yang menjadi identitas masyarakat Asmat.
Lebih lanjut, Markus menekankan bahwa semangat juang para leluhur tetap perlu diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, nilai perjuangan tersebut harus diarahkan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan, pekerjaan, pengabdian kepada masyarakat, serta partisipasi aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat. Ia menilai seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keseimbangan kehidupan sosial dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif.
Markus turut mengajak masyarakat mendukung seluruh program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat terwujud apabila mendapat dukungan dan partisipasi aktif masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
Menutup penyampaiannya, Markus mengingatkan agar setiap penolakan maupun aspirasi masyarakat terhadap suatu program pembangunan segera disampaikan kepada para tokoh adat untuk dibahas melalui forum adat, dialog, dan musyawarah. Dengan demikian, setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai tanpa merugikan masyarakat maupun menghambat pelaksanaan pembangunan.






























































































