Agats,SahabatRakyat.Id – Pemerintah Kabupaten Asmat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pelaksanaan Analisis Situasi (Ansis) sebagai bagian dari aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama satu pekan di Aula Worou Cem, Kantor Kesbangpol Agats, sejak Senin (02/01/2026), menjadi forum penting untuk membaca persoalan stunting secara jernih dan berbasis bukti. Analisis situas upaya memotret kondisi nyata di lapangan agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Plh Kepala DP3AKB Asmat, Siti M.A.F. Letfteuw, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu, pemerintah distrik, serta jajaran puskesmas. Keterlibatan lintas sektor ini mencerminkan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama yang terkoordinasi.
“Dalam analisis ini, pemerintah distrik memaparkan berbagai persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing, sementara puskesmas menyajikan data teknis konvergensi stunting. Jadi seluruh presentasi berbasis data riil,” ujarnya.
Pendekatan berbasis data menjadi penekanan utama. Data yang digunakan bukanlah proyeksi, melainkan data riil yang mencakup status gizi anak, kondisi rumah dan lingkungan, hingga data kependudukan. Dengan data faktual tersebut, setiap OPD diarahkan menyusun dan menjalankan program sesuai persoalan yang teridentifikasi.
Menurut Siti, setiap OPD memiliki indikator kinerja yang berbeda, sehingga intervensi yang dilakukan pun harus spesifik dan saling melengkapi. Konvergensi di sini berarti menyatukan berbagai program agar bertemu pada tujuan yang sama: menurunkan stunting.
Ia menambahkan bahwa data dasar diambil dari kondisi bawah (lapangan) dengan menekankan aspek pencegahan. “Saya optimistis, melalui proses ini kita akan perlahan-lahan menyelesaikan permasalahan ibu dan anak di Asmat,” katanya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Pemerintah Kabupaten Asmat tetap menunjukkan keberpihakan pada isu stunting. Anggaran untuk pencegahan dan konvergensi stunting tetap dialokasikan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Asmat.
Capaian positif juga ditorehkan daerah ini. Kabupaten Asmat tercatat 100 persen tuntas dalam penginputan web Bangda Kemendagri tahun 2025 untuk wilayah Papua Selatan. Capaian tersebut menjadi indikator keseriusan pemerintah daerah dalam tata kelola data dan pelaporan.
Setelah tahap analisis situasi ini, pemerintah merencanakan penguatan pelaksanaan program pada pertengahan tahun. Tahapan lanjutan ini diharapkan mampu menerjemahkan hasil analisis menjadi aksi nyata di lapangan.
Lebih dari sekadar program kesehatan, upaya percepatan penurunan stunting di Asmat merupakan ikhtiar melindungi masa depan generasi. Harapannya sederhana namun mendasar: anak-anak Asmat tumbuh sehat, ibu-ibu terlindungi, dan keluarga memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Dengan fondasi data yang kuat dan kerja lintas sektor yang konsisten, harapan itu perlahan diarahkan menjadi kenyataan.
































































































