Agats, sahabatRakyad. Id – Upaya memperkuat peran pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) dalam pembangunan daerah terus didorong di Kabupaten Asmat. Hal itu ditandai dengan resmi dibentuknya Asosiasi Kontraktor (Askot) OAP Asmat, yang menunjuk Alfons Timer Manggaprou sebagai ketua organisasi.
Pembentukan organisasi tersebut bertujuan untuk menghimpun, memperkuat, dan memberdayakan para kontraktor serta pelaku usaha Orang Asli Papua di Kabupaten Asmat agar dapat berpartisipasi lebih besar dalam pembangunan daerah melalui berbagai proyek pemerintah.
Ketua Askot OAP Asmat, Alfons Timer Manggaprou, mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah menyiapkan struktur kepengurusan dan berbagai bidang organisasi. Setelah seluruh perangkat organisasi rampung, Askot akan segera didaftarkan secara resmi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Asmat.
“Kami sudah menyiapkan struktur organisasi dan bidang-bidang yang diperlukan. Dalam waktu dekat akan didaftarkan ke Kesbangpol agar memiliki legalitas yang jelas dan dapat menjalankan program-program organisasi secara maksimal,” ujarnya.
Menurut Alfons, kehadiran Askot OAP Asmat sejalan dengan semangat kebijakan pemerintah yang memberikan ruang lebih besar kepada Orang Asli Papua untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia menegaskan bahwa berbagai regulasi telah memberikan perlindungan dan keberpihakan terhadap pelaku usaha OAP.
“Pembentukan organisasi ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di Papua, serta dijamin dalam Undang-Undang Otonomi Khusus Papua,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa regulasi tersebut memberikan kesempatan yang lebih luas bagi usaha mikro, usaha kecil, koperasi, serta pelaku usaha Orang Asli Papua untuk terlibat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Memberikan kesempatan dan peran yang lebih besar kepada usaha mikro, kecil, koperasi, dan pelaku usaha Orang Asli Papua. Bahkan metode tender terbatas untuk OAP juga diatur, termasuk nilai pengadaan yang dapat dikerjakan oleh pelaku usaha Papua,” jelasnya.
Melalui organisasi tersebut, Askot OAP Asmat berharap dapat menjadi wadah pembinaan dan pemberdayaan kontraktor asli Papua sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, daya saing, serta kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Maka dari itu, kami berusaha memberdayakan para pengusaha dan kontraktor asli Papua, khususnya putra-putri Asmat, agar dapat mengambil bagian dalam pembangunan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” tambah Alfons.
Ia juga menyampaikan bahwa setelah proses administrasi organisasi selesai, pihaknya akan melaporkan secara resmi pembentukan Askot OAP Asmat kepada Bupati Asmat sebagai kepala daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha Orang Asli Papua sangat penting untuk memastikan pembangunan yang berjalan di Asmat dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal.































































































